PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
KANALSUMATERA.com - MALANG – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah bus membunyikan klakson dengan potongan suara pidato Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bertuliskan "Saya akan lawan!". Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Perusahaan Otobus (PO) MTrans memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa video yang menyeret nama armadanya merupakan hasil rekayasa audio. Kamis (06/08/2026).
Humas Human Resources Development (HRD) MTrans, Jhony Sasongko, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap armada yang muncul dalam video viral tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan, bus yang dimaksud merupakan armada rute Blitar–Jakarta (Poris) dan dipastikan tidak menggunakan klakson dengan suara seperti yang beredar di media sosial.
Selain memeriksa armada yang tampil dalam video, manajemen MTrans juga melakukan pengecekan terhadap seluruh armada operasional. Hasilnya, tidak ditemukan adanya modifikasi klakson yang mengeluarkan potongan suara pidato maupun suara serupa.
Baca: Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
"Kami mohon maaf sebelumnya karena beredar video seperti itu. Kami pastikan video itu adalah editan. Kami audah cek pada armada kami yang sesuai di video tersebut, bahwasannya aturan penggunaan klakson audah dipatuhi oleh kru," terang Jhony.
Jhony menegaskan setiap armada MTrans beroperasi sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan perusahaan, termasuk mengenai penggunaan klakson yang wajib mengikuti ketentuan keselamatan dan regulasi yang berlaku.
"Armada kami ada regulasi tertentu mengenai penggunaan klakson. Jadi kami konfirmasi itu tidak 100% benar, sehingga kemungkinan besar itu adalah video editan," tegasnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi digital memungkinkan seseorang mengubah atau menambahkan efek suara pada sebuah video sehingga menghasilkan konten yang terlihat seolah-olah asli. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai setiap video yang viral di media sosial.
Ia mengimbau pengguna media sosial agar lebih cermat dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya kembali, terutama jika konten tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan lalu lintas atau modifikasi kendaraan.
"Untuk netizen atau viewer, kami berharap bisa lebih bijak melihat bahwasannya tidak aemua video yanh disebarkan itu benar adanya, terutama hal-hal yang viral mengenai pelanggaran peraturan maupun modifikasi klakson ini," pesannya.
Jhony juga menyampaikan harapan kepada komunitas pecinta bus atau Busmania agar ikut menjaga citra positif transportasi umum di Indonesia dengan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Untuk Busmania, alangkah baiknya kita buat suasana yang lebih positif agar masyarakat awam bisa lebih menghargai dan menggunakan jasa transportasi bus. Karena pada dasarnya, transportaso bus selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan," tandasnya.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi singkat ramai beredar di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut terlihat beberapa armada bus dari sejumlah perusahaan otobus, termasuk MTrans, Belvia Trans, dan Aleena Trans, melintas di jalan raya sambil mengeluarkan suara yang menyerupai potongan pidato Jokowi "Saya akan lawan!" saat disapa para Busmania di pinggir jalan.
Konten tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menganggapnya sebagai hiburan, sementara lainnya mempertanyakan keaslian suara yang terdengar serta legalitas penggunaan klakson dengan suara modifikasi pada kendaraan umum. Namun, hasil klarifikasi dari MTrans menegaskan bahwa suara dalam video tersebut bukan berasal dari sistem klakson armada mereka, melainkan diduga merupakan hasil penyuntingan audio. (SM)
