Kemenhub Diminta Stop Pesawat Boeing 737 Max 8 Terbang di Indoneia

Amar
Senin, 11 Maret 2019 01:14:25
ilustrasi- Ethiopian Airline

KANALSUMATERA.com - Menanggapi kejadian kecelakaan jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines setelah lepas landas dari Bandara Addis Ababa, Ibu Kota Ethiopia, Pengamat Penerbangan Alvin Lie meminta Kementerian Perhubungan RI melarang atau menghentikan penerbangan pesawat tipe serupa untuk terbang di Indonesia.

“Kemenhub perlu mencermati kecelakaan ini dan tidak ragu untuk melarang terbang sementara semua Boeing 737 Max 8 di Indonesia, demi mencegah terjadinya kecelakaan lagi,” kata Alvin Lie.

Untuk diketahui, pesawat yang mengangkut 149 penumpang dan delapan awak penerbangan ini jatuh di kota Bishoftu, 62 km dari Addis Ababa.

Seperti dilansir Anadolu Agency, pesawat dengan nomor penerbangan ET 302 menuju Nairobi, Kenya itu meninggalkan bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 8.38 pagi waktu setempat, namun pada 8.44 pagi otoritas layanan navigasi kehilangan kontak pesawat itu. Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung dan pihak berwenang di Ethiopia belum memiliki informasi terkait korban.

Baca: PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa

Kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 ini kembali mengingatkan peristiwa serupa yang terjadi pada pesawat sejenis di Indonesia Oktober 2018 lalu. Pesawat Boeing 737 Max 8 milik maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta - Pangkal Pinang jatuh di perairan Kerawang Jawa Barat. Seluruh penumpang meninggal.

Seperti diketahui, pesawat Ethiopia yang mengalami kecekaan ini jenis B737 Max 8. Ini type yang sama dengan PK - LQP Lion Air JT610 yang jatuh pada 29 Oktober 2018 lalu.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kecelakaan B737 Max 8 Ethiopian Airlines. Namun informasi awal pesawat tersebut jatuh menukik tajam pada menit ke 6 pada ketinggian 8000 kaki. “Ini mirip dengan kecelakaan B737 Max Lion Air. Kemenhub perlu mencermati ini," kata Alvin Lie yang juga anggota Ombudsman RI.

Terhadap kejadian ini pihak produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, buka suara. Seperti dilansir dalam laman resmi Boeing.com, perusahaan raksasa pembuat burung besi komersial ini merasa simpati atas jatuhnya pesawat itu.

Baca: Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah

"Kami menyampaikan simpati tulus kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para penumpang dan awak di atas kapal udara, dan siap untuk mendukung tim Ethiopian Airlines," tulis manajemen Boeing seperti dikutip dari laman resmi Boeing.com, Minggu (10/3/2019).

Dalam hal ini, Boeing sangat siap membantu secara teknis kepada Ethiopian Airlines untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat tadi.

Dalam kecelakaan ini, KBRI Addis Ababa mendapatkan informasi dari kantor Ethiopian Airlines bahwa terdapat satu warga negara Indonesia menjadi korban kecelakaan.

Saat ini Kementerian Luar Negeri dan KBRI Addis Ababa sedang mengkonfirmasi identitas korban WNI tersebut.sc/ks



Lainnya
Satpol PP Siapkan Penertiban Lapak Pedagang di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru
Satpol PP Siapkan Penertiban Lapak Pedagang di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru
Sempat Dievaluasi, Pemberangkatan Jamaah Umrah Digelar
Sehari 40 Penerbangan di Lombok Dibatalkan
Puluhan Napi Kabur Dari LP Banda Aceh Belum Tertangkap
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Survei PPI Ungkap Tiga Pejabat Berkinerja Terbaik, Amran Unggul dari Teddy dan Erick
Survei PPI Ungkap Tiga Pejabat Berkinerja Terbaik, Amran Unggul dari Teddy dan Erick
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria